December 08, 2021

Sinergi BUMN, Phapros Jalin Kerjasama dengan ASDP

Jakarta, 8 Desember 2021 – PT Phapros Tbk yang juga merupakan salah satu perusahaan farmasi nasional terus gencar melakukan ekspansi meski masih di tengah pandemi Covid-19. Salah satu ekspansi yang dilakukan adalah dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang bertempat di kantor pusat PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Jakarta.

Direktur Pemasaran Phapros, Tri Andayani mengatakan bahwa kerjasama yang terjalin dengan ASDP tersebut digelar untuk menguatkan sinergi antarperusahaan BUMN dalam upaya menyehatkan bangsa.

Sinergi tersebut sangat dibutuhkan oleh Phapros, karena dengan menguatkan sinergi antar perusahaan atau anak perusahaan BUMN maka ini akan membuka peluang usaha yang lebih luas lagi untuk membantu pemerintah dalam menyehatkan masyarakat, utamanya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini” ujar wanita yang akrab disapa Anda ini.

Upaya-upaya Transformasi dan sinergi yang dilakukan di lingkungan keluarga besar BUMN diharapkan dapat semakin meningkatkan kontribusi bagi Negara. Berdasarkan data Kementerian BUMN RI, Realisasi laba bersih seluruh BUMN pada kuartal III-2021 tembus pada angka Rp 61 triliun. Angka ini melonjak 19 kali dibandingkan periode yang sama tahun 2020 lalu, yang hanya Rp 13 triliun akibat dihantam pandemi Covid-19. Capaian ini tentu saja tidak terlepas dari beragam upaya efisiensi bisnis model, konsolidasi bisnis serta transformasi dan inovasi yang terbangun di lingkungan kerja BUMN.

Sebelumnya pada akhir November 2021 lalu, emiten berkode saham PEHA ini juga telah melakukan ekspor obat antituberkulosis ke Peru, Amerika Selatan. Meski total nilainya masih di bawah Rp 10 miliar, namun manajemen Phapros yakin di masa depan nilainya bisa lebih besar seiring dengan adanya proyek tender pemerintah negara setempat ataupun negara lain di sekitarnya. Dengan upaya peningkatan ekspor ini, dalam beberapa tahun ke depan Phapros juga menargetkan kontribusi ekspor bisa mendekati 10 persen dari total revenue.