September 17, 2025

Dukung UMKM Naik Kelas, Phapros salurkan Pendanaan Rp2,9 Miliar

Semarang, 17 September 2025 PT Phapros Tbk (PEHA) yang merupakan anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk (KAEF), kembali menyalurkan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Tahap III/2025 kepada 13 calon mitra binaan di kantor Phapros Simongan, Semarang, Jawa Tengah.

Corporate Secretary PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar yang hadir secara langsung mengucapkan selamat kepada 13 calon mitra binaan yang terpilih.

"Berdasarkan data nasional, tahun 2025 pertumbuhan UMKM melambat dibandingkan tahun 2024 yang disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat dan efek menurunnya pendapatan. Perkembangan UMKM Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan jumlah unit usaha dari sekitar 64,2 juta pada akhir 2024 menjadi 66 juta pada Mei 2025" lanjutnya.

Pada pencairan tahap III/2025 ini Phapros menyalurkan dana bergulir sebesar Rp872.000.000 (delapan ratus tujuh puluh dua juta rupiah) kepada 13 calon mitra binaan yang tersebar di Jawa Tengah dengan sektor usaha dibidang industri, jasa, dan perdagangan.

Sehingga total dana yang telah disalurkan dari Januari sampai dengan September 2025 sebesar Rp2.912.000.000 (dua miliar sembilan ratus dua belas juta rupiah) kepada 38 mitra binaan dengan jumlah mitra aktif sebanyak 234 mitra binaan.

Phapros telah menyalurkan Program PUMK sejak tahun 1997, sehingga total dana yang sudah disalurkan sampai saat ini sebesar Rp56,7 miliar kepada 1.072 mitra binaan.

"Program Pendanaan UMK ini merupakan tahap ketiga yang kami rencanakan selama 4 kali dalam setahun di bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Karena ini merupakan dana bergulir harapannya semoga usaha mitra binaan tambah besar dan mampu menyerap tenaga kerja, serta semakin lancar pembayaran angsurannya. Sehingga dana yang terkumpul ikut mendukung Phapros dalam menyalurkan dana kembali kepada UMKM lainnya." lanjutnya.

Selain menyalurkan program pendanaan UMK, TJSL Phapros juga melakukan sharing knowledge untuk para calon mitra binaannya agar menumbuhkan semangat berinovasi dan meningkatkan pemasaran produk.

Sharing knowledge ini disampaikan oleh salah satu mitra binaan TJSL Phapros, Nurdiah Nilawati (NR Wedding) dengan judul Service Excellent.

Dalam materinya Nurdiah Nilawati menjelaskan bahwa service excellent merupakan kemampuan individu/organisasi dalam memberikan pelayanan yang konsisten, berkualitas, ramah, cepat, dan tepat.

Untuk itu diperlukan beberapa hal seperti, sikap dan komunikasi, profesionalisme, kualitas hasil, dan after service. Nurdiah juga menerangkan tentang pengertian etika komunikasi, yaitu norma dan aturan yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi agar tetap harmonis dan produktif.

Cara meningkatkan etika komunikasi yaitu, berlatih mendengar dan empati, menggunakan kata-kata yang jelas, memberikan feedback yang baik, dan fokus saat berkomunikasi.

Pada sesi akhir, Nurdiah berpesan kepada seluruh mitra binaan untuk terus belajar dan mengembangkan ketrampilan, serta bersikap profesional.