February 05, 2021

Kunjungan Kerja Direktur Digital Health Care PT Biofarma (Persero), Sinergi Digitalisasi Proses Bisnis Keluarga Besar Holding BUMN Farmasi

Kunjungan Kerja Direktur Digital Health Care PT Biofarma (Persero), Sinergi Digitalisasi Proses Bisnis Keluarga Besar Holding BUMN Farmasi

By: Annisa Dewi Yustita

PT Phapros Tbk resmi menjadi keluarga besar holding BUMN farmasi sejak diakuisisi oleh PT Kimia Farma, Tbk pada awal 2019 lalu. Dengan bergabungnya Phapros, maka sinergi BUMN farmasi diharapkan bisa lebih kuat lagi. PT Biofarma (Persero) yang menjadi holding atau induk perusahaan dari BUMN farmasi pada tanggal 1 dan 2 Februari lalu melakukan kunjungan kerja ke pabrik Phapros yang terletak di kawasan Simongan, Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, PT Biofarma diwakili oleh Direktur Digital Healthcare, Soleh Udin Al Ayubi dan tim.

Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko  mengapresiasi kunjungan kerja tim digital healthcare Biofarma tersebut. “Kami ucapkan terima kasih karena Biofarma sudah mengunjungi Phapros yang merupakan cucu holding BUMN Farmasi. Kami harap forum ini nantinya bisa menjadi wadah untuk bertukar pikiran terkait bagaimana nanti penerapan sistem teknologi informasi yang digunakan oleh Phapros,” ucap Hadi Kardoko dalam welcome speech nya 1 Februari lalu.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang resmi menjabat sebagai Direktur Utama Phapros pada 25 Juni 2020 ini juga memaparkan sekilas tentang kinerja di tahun 2020. “Pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita banyak hal, beberapa upaya kami tempuh untuk bisa bertahan seperti dengan mengubah portofolio produk, di mana pada tahun lalu kami lebih banyak mengandalkan produk-produk yang erat kaitannya dengan Covid-19,” terangnya. Ia juga menambahkan bahwa program utama Phapros pada tahun 2021 ini adalah cost leadership, yakni bagaimana bisnis Phapros tetap berjalan secara efektif dan efisien.

Program cost leadership tersebut salah satunya ditunjukkan dengan implementasi bidang teknologi informasi. “IT kami bangun dengan konsep efisiensi dan kemudahan. Dalam mengembangkan cost leadership di IT, kami mengoptimalkan internal source terlebih dahulu. Alhamdulillah, hasilnya bisa terlihat pada tahun 2020 lalu di mana IT kami bisa meluncurkan beberapa aplikasi baru untuk mendukung efisiensi dan kemudahan aksesibilitas bagi pemangku kepentingan,” jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Digital Health Care Biofarma, Soleh Udin Al Ayubi berterima kasih karena tim Phapros telah menerima dengan baik kunjungan kerja yang dilakukan. “Ada beberapa tujuan sebetulnya yang kami punya dan kenapa akhirnya diputuskan untuk datang ke Semarang mengunjungi wilayah operasional Phapros. Kunjungan ini juga merupakan bentuk silaturahim dan perkenalan karena saya sendiri baru bergabung di Biofarma pada September 2020 lalu. Sebelum di Biofarma, saya bekerja selama lebih dari 12 tahun di beberapa perusahaan global seperti Unitedhealth Group dan Novo Nordisk,” ujarnya.

“Tujuan lain kami berkunjung ke sini selain sebagai bentuk perkenalan adalah sosialisasi Master Plan Teknologi Informasi atau MPTI. MPTI ini didesain sampai dengan tahun 2024, dan di sana nanti ada beberapa poin penting untuk diketahui, misalnya IT kita ini nantinya akan menjadi transformer, karena aka nada banyak bisnis baru yang dikelola menggunakan teknologi informasi. Beberapa program yang ada di tahun 2021 ini adalah rebranding Kimia Farma Store, dengan lebih menekankan pada experience. Selain itu ada digitalisasi distribusi vaksin dengan menggunakan dashboard khusus, sehingga bisa diketahui dengan pasti berapa banyak vaksin yang sedang diproduksi, berapa banyak yang ada di gudang distribusi, dan sebagainya. Sehingga kami berencana menerapkan program track and trace tersebut ke semua produk BUMN farmasi,” jelas pria lulusan Institut Teknologi Bandung dan University of Pittsburgh, Amerika Serikat ini.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa BUMN farmasi di tahun ini memiliki KPI tentang digitalisasi proses produksi. “Oleh karena itu, kami juga ingin meninjau langsung ke sini bagaimana fasilitas produksi yang dimiliki Phapros. Tujuannya tentu saja untuk utulisasi fasilitasi produksi, kita tahu bahwa ada beberapa faislitas produksi yang utilisasinya tidak optimal. Cost efficiency sangat diperlukan di sini, karena nantinya hal ini juga digunakan untuk menata portofolio produk BUMN farmasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Soleh Udin Al Ayubi juga menginformasikan bahwa ada alokasi khusus vaksin Covid-19 untuk Kementerian BUMN dan BUMN. “Jadi, kami minta tolong kepada rekan-rekan semua untuk disiapkan datanya, terutama bagi yang berusia 18-59 tahun beserta keluarganya, karyawan kontrak, dan karyawan outsource,” tutupnya.

Pada hari kedua kunjungan kerja sekaligus hari terakhir, rombongan PT Biofarma (Persero) didampingi Direksi Phapros melakukan tinjauan langsung ke fasilitas produksi yang dimiliki Phapros. Dalam tinjauan langsung tersebut pihak Phapros menerangkan proses produksi yang biasa dilakukan di lingkungan pabrik.