April 21, 2026

Diplomasi Kesehatan Indonesia Perkuat Langkah Phapros Menuju Pasar Farmasi Global

Phapros kembali menegaskan ambisinya untuk mengambil peran lebih besar dalam industri farmasi global melalui sinergi antara Holding BUMN Farmasi dan Kementerian Luar Negeri. Hal ini tercermin dalam kegiatan “Kunjungan Fasilitas Produksi dan Dialog Diplomasi Kesehatan Sektor Farmasi” yang berlangsung pada 9–10 April 2026. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan Phapros, tidak hanya sebagai pemain domestik, tetapi juga sebagai mitra kesehatan global yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Kimia Farma Tbk ini diawali dengan kunjungan ke Plant Banjaran, Kabupaten Bandung, kemudian dilanjutkan ke fasilitas produksi PT Bio Farma (Persero) di Jalan Pasteur, Bandung. Melalui kunjungan tersebut, para delegasi melihat langsung kesiapan teknologi manufaktur farmasi dan kapasitas produksi vaksin Indonesia yang telah diakui dunia. Direktur Komersial Kimia Farma, Hanadi Setiarto, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk membuka akses pasar internasional yang lebih luas dan berkelanjutan.

Fokus utama dialog ini adalah pemetaan peluang ekspor ke kawasan Asia Pasifik dan Afrika, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan signifikan bagi produk farmasi nasional. Melalui penguatan skema Government-to-Government (G2G), pemerintah dan BUMN Farmasi berupaya menciptakan jalur ekspor yang lebih terstruktur, kredibel, dan berkelanjutan. Modal Indonesia cukup kuat, mengingat Bio Farma Group telah menjadi produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi mencapai 3,4 miliar dosis per tahun dan jangkauan ekspor ke lebih dari 150 negara di berbagai kawasan dunia.

Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, diplomasi kesehatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Integrasi ekosistem farmasi, mulai dari pengembangan, produksi, hingga distribusi, menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Sinergi antara Bio Farma Group dan Kementerian Luar Negeri membuktikan bahwa diplomasi ekonomi kini hadir dalam aksi nyata, membawa produk unggulan Indonesia menuju pasar kesehatan dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di industri farmasi global. Melalui kegiatan ini, Phapros optimistis dapat memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan kualitas produk farmasi Indonesia kepada pasar global yang semakin kompetitif.