August 29, 2026

Pertumbuhan Laba Bersih PEHA Melejit Hingga 511% di Semester 1/2026

JAKARTA, 29 Agustus 2026 – PT Phapros Tbk (PEHA), sebagai bagian dari Holding BUMN Farmasi dan Danantara Indonesia, kembali menorehkan pertumbuhan positif kinerja keuangan pada semester I tahun 2026. Laba bersih perseroan pada Januari - Juni 2026 naik signifikan 511,01% menjadi Rp14,97 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,45 miliar.

Intan Abdams Katoppo, Direktur Utama PT Phapros Tbk, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja Phapros pada paruh pertama 2026 ditopang oleh kenaikan penjualan, perbaikan margin laba kotor akibat perbaikan portfolio produk dan efisiensi operasional proses produksi di pabrik. Menurutnya, kinerja cemerlang ini dicapai melalui strategi yang dijalankan perusahaan, yaitu penguatan finansial yang sehat dan berkelanjutan seperti pengendalian biaya yang lebih terukur, strategi peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.

“Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia,” ujar Intan, Sabtu (29 Agustus 2026).

Lonjakan laba bersih perusahaan farmasi nasional ini didorong oleh pertumbuhan penjualan sebesar 5,37% menjadi Rp482,85 miliar pada semester I/2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp458,22 miliar. Kenaikan penjualan ditopang oleh peningkatan produk-produk bermargin tinggi.

Selain itu, Phapros juga mampu melakukan efisiensi dengan menurunkan harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS) pada Januari -Juni 2026, dimana cost ratio HPP terhadap penjualan di Juni 2026 hanya sebesar 49% sedangkan di periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 52% (efisiensi cost ratio mencapai 3%). Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan penjualan 5,37% Y-o-Y lebih tinggi dari kenaikan COGS/HPP, sehingga membuat margin laba kotor naik menjadi 50,4% dibandingkan dengan semester I/2025 sebesar 48,0%.

Phapros juga berhasil memperkuat posisi arus kas dengan baik. Kas dan setara kas perusahaan per 30 Juni 2026 sebesar Rp162,47 miliar, naik 215,6% dibandingkan dengan per 30 Juni 2025 sebesar Rp51,49 miliar. Aset Phapros per 30 Juni 2026 naik 4,66% menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025 (31 Desember 2025) sebesar Rp1,39 triliun.

Dorong Inovasi untuk memperkuat kinerja, Phapros Siapkan Produk Baru

Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan, Phapros terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui pengembangan portofolio produk. Saat ini, perseroan tengah mempersiapkan produksi inovasi produk baru dalam bentuk serbuk dari kelas terapi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang ditujukan secara spesifik untuk membantu mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit dental (gigi), untuk memperkuat lini produk dental yang telah dimiliki Phapros dan cukup kuat, salah satunya produk Pehacaine yang merupakan produk Anestesi.

Produk tersebut saat ini dalam tahap persiapan produksi dan segera memasuki tahap komersialisasi dan ditargetkan rilis pada kuartal IV 2026. Inovasi ini menjadi salah satu langkah Phapros dalam memperluas pilihan produk bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi perseroan.

“Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan,” ujar Intan sebagai penutup.

Perkuat Ekspor ke beberapa Negara

Selain bisnis dalam negeri, Phapros juga telah menginisiasi bisnis ekspor sejak 2014, saat ini Phapros telah melakukan ekspor ke beberapa Negara antara lain Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini. Produk andalan ekspor yang telah berjalan hampir lebih dari 1 (satu) dekade ini antara lain produk analgesik, produk anti TB, produk multivitamin, produk anti mabuk perjalanan, dan produk antibiotik.

Di sepanjang Kuartal III dan IV/ 2026 ini, Perseroan juga berencana untuk melakukan pengiriman produk ekspor ke beberapa negara antara lain Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja, dengan nilai target penjualan ekspor ini mencapai Rp5 Miliar. “Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon buyer dan penambahan lini produk”.