January 20, 2026

Kolaborasi Sepenuh Hati: Menyatukan Arah Menuju Phapros Hebat 2026

Pada tanggal 14-15 Januari 2026, PT Phapros Tbk menyelenggarakan Rapat Koordinasi bertema "Kolaborasi Sepenuh Hati Menuju Phapros Hebat". Kegiatan strategis ini menjadi ruang penyelarasan arah dan penguatan sinergi lintas fungsi dalam menghadapi tantangan bisnis tahun 2026 yang semakin dinamis. Acara dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi, Para General Manager, Manager, serta Senior Leader Phapros Group.

Rangkaian kegiatan diawali dengan alunan gamelan Kebo Giro yang menyambut kedatangan peserta usai registrasi. Nuansa tradisi tersebut kemudian berpadu dengan musik bernada energik untuk membangkitkan semangat dan kesiapan peserta sebelum memasuki agenda utama. Pembukaan yang hangat ini mencerminkan semangat kebersamaan dan optimisme yang menjadi fondasi rapat koordinasi.

Agenda hari pertama dilanjutkan dengan Workshop Small Working Group (SWG) Sesi 1 yang dikemas menyerupai Focus Group Discussion (FGD). Sesi ini mendorong partisipasi aktif peserta dalam mengidentifikasi isu strategis lintas fungsi serta merumuskan langkah konkret perbaikan kinerja.

Selanjutnya, Direktur Pemasaran, Bapak Maraja Jeson Siregar, memaparkan arah dan tantangan bisnis 2026. Disampaikan bahwa target pertumbuhan beruntun di atas 20 persen merupakan target yang sangat menantang dan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas fungsi, bukan kerja silo. Ia menyoroti sejumlah penyebab kegagalan strategi, antara lain lemahnya eksekusi, terlalu banyak inisiatif dan KPI, SOP yang belum detail, serta koordinasi yang berjalan lambat. Fokus bisnis ke depan bergeser pada layanan detail di apotek dan rumah sakit, bukan sekadar strategi makro. Customer centricity ditegaskan sebagai kunci, dengan seluruh unit berperan sebagai internal service provider.

Beberapa isu prioritas lintas divisi yang perlu segera ditangani meliputi ketepatan suplai dan ketersediaan produk, konsolidasi HPP dan harga agar tetap kompetitif, percepatan proses registrasi serta peluncuran produk baru, dan penguatan dukungan IT melalui CRM. Ia juga menekankan pentingnya SLA antar divisi agar keputusan tidak berhenti di ruang rapat, seraya menegaskan budaya baru: planning wajib, eksekusi prioritas.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM, Bapak Yudhi Rangkuti. Ia menjelaskan bahwa kinerja keuangan tahun 2025 menunjukkan perbaikan, namun tantangan 2026 diproyeksikan lebih berat. Tiga indikator utama kesehatan perusahaan yang ditekankan adalah penjualan, profit, dan terutama cashflow yang sehat. Disampaikan pula sejumlah capaian penting 2025, seperti perbaikan cashflow operasional, restrukturisasi pinjaman bank yang menurunkan beban bunga secara signifikan, pengendalian biaya yang lebih baik, serta perbaikan manajemen persediaan. Target 2026 diarahkan pada revenue sekitar Rp1,15 triliun, peningkatan EBITDA dan laba, serta penjagaan margin. Untuk itu, sinergi antara fungsi penjualan, penagihan, dan pengelolaan stok menjadi krusial, dengan fungsi keuangan berperan sebagai sistem pendukung pencapaian target operasional.

Sesi paparan Direksi ditutup oleh Plt. Direktur Utama sekaligus Direktur Produksi, Ibu Ida Rahmi. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kekuatan tim dan persistensi menjadi penentu keberhasilan, bukan semata kecerdasan individu. Refleksi kinerja 2025 menunjukkan penjualan tumbuh signifikan, HPP menurun berkat bauran produk yang lebih sehat, serta lonjakan laba dan EBITDA.

Aspirasi karyawan yang mengemuka berfokus pada kesehatan perusahaan, kesejahteraan, dan pengembangan. Fokus besar 2026 diarahkan pada efisiensi biaya SDM dan struktur organisasi, penguatan budaya kinerja, transformasi digital melalui dashboard monitoring progres, serta penerapan SLA antar fungsi. Dari sisi produksi, tantangan kepatuhan regulasi dan sertifikasi menjadi perhatian utama, sehingga investasi fasilitas dan peralatan perlu dipercepat, termasuk pencapaian target buffer stock produk pareto. Pesan kunci yang disampaikan adalah bahwa strategi harus dinilai dari progres nyata, bukan sekadar presentasi.

Rangkaian acara hari pertama dilanjutkan dengan Workshop SWG Sesi 2, paparan Divisi Strategi Korporasi dan Pengembangan Bisnis terkait KPI Korporat, serta presentasi dua grup diskusi dan diikuti sesi tanya jawab. Pada hari kedua, 15 Januari 2026, kegiatan berlanjut dengan paparan lima grup diskusi beserta sesi tanya jawab yang konstruktif. Seluruh hasil diskusi kemudian dirangkum dalam wrap up direktorat yang menjadi komitmen bersama seluruh direktorat. Acara ditutup dengan paparan Divisi SDM & Umum mengenai Template KPI, KPI Mandatory, dan Cascading, serta penandatanganan komitmen oleh jajaran Direksi, General Manager, Manager, dan Senior Leader. Momentum ini menegaskan tekad bersama untuk melangkah selaras, berkolaborasi sepenuh hati, dan mewujudkan Phapros yang semakin hebat.