January 13, 2021

CEO Notes & Arahan Direksi PT Phapros Tbk Tahun 2021

CEO Notes & Arahan Direksi PT Phapros Tbk Tahun 2021

By: Annisa Dewi Yustita

Tahun 2020 sudah dilewati dengan penuh tantangan. Bagaimana tidak, pandemi covid-19 di bulan Maret 2020 memaksa kita merubah tatanan kehidupan sosial. Mobilitas dibatasi, tak ada lagi seminar tatap muka dengan ratusan audiens, tak ada lagi riuh konser musik di akhir pekan dan tak ada lagi kumpul keluarga besar yang biasa dilakukan setiap Idul Fitri atau Natal.

Pandemi Covid-19 selain merubah tatanan sosial juga memaksa dunia usaha untuk beradaptasi lebih cepat dengan memaksimalkan teknologi sebagai ruang komunikasi. Namun, tentu saja terbatasnya mobilitas sosial membuat semua usaha terdampak, tak terkecuali Phapros. Meski demikian, Phaprosers masih tetap harus bersyukur karena kita masih bisa melewati tantangan di tahun 2020 dengan baik.

Memasuki awal tahun 2021, tentu akan ada tantangan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Geliat mobilitas sosial sudah terasa meski masih belum semasif dulu karena pandemi Covid-19 masih menghantui. Banyak yang meramalkan tahun 2021 akan lebih baik dari tahun 2021, setidaknya karena vaksin Covid-19 telah ditemukan dan siap untuk digunakan. Sebagai Phaprosers yang tangguh, kita juga harus siap menghadapi segala tantangan yang akan kita temui di tahun ini.

Tak seperti tahun – tahun sebelumnya di mana seluruh Phaprosers dari Aceh sampai Papua berbaur dalam sebuah perhelatan National Meeting, tahun ini pertemuan tahunan tersebut harus diubah secara virtual tanpa mengurangi makna acara itu sendiri. Pada 11 Januari 2021 lalu, Phapros menggelar CEO Notes & BoD Directions Tahun 2021 yang dihadiri oleh lebih dari 250 peserta yang merupakan karyawan Phapros dan anak usaha, PT Lucas Djaja Group.

Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan Verdi Budidarmo, Komisaris Utama Phapros. Dalam acara tersebut Verdi Budidarmo mengapresiasi kinerja luar biasa yang dilakukan oleh seluruh Phaprosers di tahun 2020. “Kita tahu bahwa di tahun 2020 lalu seluruh dunia mengalami pandemi Covid-19, tidak terlepas PT Phapros Tbk. Namun, tantangan dapat dilalui dengan baik oleh seluruh tim sehingga menghasilkan kinerja yang optimal dengan menjaga pertumbuhan kinerja,” ujarnya. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Verdi ini juga menyampaikan bahwa Kimia Farma Group harus terus meningkatkan sinergi, kolaborasi agar perusahaan dapat menjaga pertumbuhan kinerja terbaiknya.

“Pada awal Januari lalu, PT Kimia Farma Tbk selaku holding PT Phapros Tbk sudah menetapkan goal di tahun 2021 yakni winning the year of momentum. Tema tersebut dipilih karena KAEF akan berulang tahun yang ke-50 pada Agustus tahun ini dan diharapkan momen tersebut menjadi pondasi yang kuat untuk kita bisa saling bersinergi menguatkan industri farmasi dan healthcare nasional,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa  ada dua hal penting yang perlu diperhatikan manajemen Phapros di tahun ini yakni bagaimana mengoptimalkan utilisasi fasilitas produksi yang dimiliki termasuk di Lucas Djaja Group dan otomatisasi dan perkembangan teknologi yang digunakan.

Selain itu, ada lima poin pokok yang menjadi operational excellence, yakni peningkatan quality revenue atau kualitas penjualan, efisiensi di segala bidang, pengelolaan modal kerja, penurunan utang berbunga dan memaksimalkan transformasi digital di sleuruh aspek termasuk otomatisasi teknologi manufacturing.

Di sisi lain, seluruh Direksi pada arahan BoD tahun ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja seluruh Phaprosers yang yersebar di wilayah Indonesia karena atas kerjasamanya perusahaan bisa mempertahankan pertumbuhan di tahun 2020 yang penuh tantangan. “Tantangan di masa pandemi seperti ini ada dua, yang pertama tentu betapa pentingnya menjaga kesehatan di era seperti ini, termasuk implementasi K3 dan menjaga kelangsungan kegiatan perekonomian. Kesehatan penting, tapi bisnis juga harus tetap berjalan, kita berharap tidak terjadi PHK dan harus berusaha meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan kita bertumbuh dan kesehatan tetap terjaga, insya Allah kita akan bisa merasakan kondisi normal seperti dulu,” ujar Direktur Utama, Hadi Kardoko.

Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama Phapros sejak 25 Juni 2020 ini menambahkan bahwa tujuan Phapros di 2021 adalah bagaimana kesiapan seluruh Phaprosers untuk menghadapi tantangan perubahan yang akan terjadi selama satu tahun ke depan. “Kita harus siap dengan segala kondisi yang akan terjadi. Bagaimana caranya? Yakni dengan portfolio adjustment, sinergi dengan KAEF Group dan inovasi,” tambahnya. Perseroan juga telah menetapkan target yang harus dicapai pada tahun ini, hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan, Heru Marsono dalam arahannya. “Perusahaan telah menetapkan target penjualan sebesar Rp 1,17 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 145 miliar,” ujarnya.

“Dari sisi sumber daya manusia, kita akan terus meningkatkan produktivitas karyawan, sedangkan dari sisi akuntansi kita akan kendalikan biaya promosi supaya ada efisiensi di sana. Digitalisasi asset manajemen juga akan dilakukan bekerjasama dengan IT, adapun dari sisi IT akan ada sinergi aplikasi antar entitas group,” tambahnya. Di sisi lain, Direktur Pemasaran Phapros Chairani Harahap menuturkan bahwa setidaknya ada 4 hal yang menjadi tantangan Phapros di tahun 2021, “Shifting portofolio produk adalah salah satunya, karena selama pandemi terdapat perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat kini banyak yang mulai memperhatikan pola hidup bersih dan sehat, sehingga produk-produk seperti multivitamin sangat banyak peminatnya,” terangnya. Sedangkan, dalam arahannya, Direktur Produksi Phapros, Syamsul Huda mengatakan bahwa focus tahun 2021 adalah menjadi national manufacture leader, dengan cara digitalisasi dan otomatisasi, efisiensi beban biaya, optialisasi persediaan dan utilisasi serta komitmen membangun sinergi dengan KAEF Group.