Oktober 16, 2020

Anak Usaha Phapros Lakukan Ekspor ke Afghanistan dan Myanmar en

Jakarta, 16 Oktober 2020PT Phapros, Tbk yang juga anak usaha PT Kimia Farma Tbk kian gencar melakukan ekspansi bisnisnya di tahun ini, meski di tengah pandemi Covid-19. salah satunya adalah dengan melakukan ekspor produk ke Afghanistan dan Myanmar melalui anak usahanya PT Lucas Djaja dan PT Marin Liza Farmasi yang berbasis di Bandung, Jawa Barat.

Pelepasan ekspor dilakukan pada Kamis (15/10) lalu oleh Direktur Utama PT Lucas Djaja, Ninung Murtini dan didampingi oleh Direktur PT Marin Liza Farmasi, Ronawa Yulianto.

Direktur Utama PT Lucas Djaja, Ninung Murtini mengatakan bahwa produk yang diekspor merupakan antibiotik jenis amoxicillin, obat resep kortikosteroid jenis dexamethasone dan obat untuk sakit maag. “Ekspor dilakukan karena ada kebutuhan di sana dan total nilainya mencapai lebih dari  USD 120 ribu atau sekitar lebih dari Rp 1,8 miliar. Adapun hingga pertengahan Oktober 2020 ini total nilai ekspor kami tumbuh sebesar 17 persen,” ujarnya.

Ninung menambahkan bahwa pada 15 Oktober, pihaknya telah melepas kontainer ekspor ke – 12, 13, dan 14. Jumlah tersebut masih akan bertambah hingga total 17 kontainer yang akan diberangkatkan ke Afghanistan dan Myanmar pada akhir November 2020 mendatang. Selain mengekspor produknya ke Afghanistan dan Myanmar, pada tahun 2017 lalu anak usaha emiten berkode saham PEHA ini juga telah melakukan ekspor ke Nigeria.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Phapros, Tbk, Hadi Kardoko berharap bahwa ekspor yang dilakukan PT Lucas Djaja bisa mendongkrak konsolidasi pendapatan ekspor perusahaan hingga di atas 5 persen.

PT Lucas Djaja dan anak usahanya PT Marin Liza Farmasi resmi diakuisisi oleh PT Phapros, Tbk pada akhir tahun 2018 lalu dengan kepemilikan saham sebesar 90,22%.