PHAPROS RAMAIKAN INACRAFT 2017




JAKARTA - Pameran kerajinan tangan terbesar di Indonesia atau yang dikenal dengan Inacraft kembali hadir tahun ini di Jakarta. Inacraft tahun ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan diikuti oleh ribuan perajin UKM dari seluruh Indonesia.

Sebagai perusahaan farmasi nasional yang mendukung kemandirian UKM, Phapros kembali berpartisipasi dalam acara ini dengan membawa tiga mitra UKM binaannya. Mereka adalah Gamila Batik yang produknya berupa Batik khas Semarang, Kawoeng Rajut yang menjual kerajinan tas dan dompet rajut, serta Rajawali Batik dengan produk batik khas Pekalongan.

“Kami mengajak ketiga mitra binaan tersebut untuk mengikuti Inacraft, karena beragam alasan. Pertama kami lihat ketiga mitra binaan kami tersebut memiliki keunikan masing-masing. Selain itu, mereka juga sesuai dengan target pengunjung Inacraft yang menyasar kalangan menengah ke atas, dan tentu saja kami secara rutin setiap tahun memberikan kesempatan kepada mtra-mitra kami untuk unjuk gigi di ajang pameran bertaraf internasional ini. Jadi, nanti akan digilir, siapa peserta Inacraft berikutnya,” ujar Diah Istantri, Asisten Manajer PKBL-CSR Phapros.

Dalam acara yang digelar sejak 26-30 April di Jakarta Convention Center (JCC) ini, Phapros juga tidak mematok omzet penjualan tinggi bagi para mitra binaan. “Karena yang terpenting bagi kami adalah, Phapros bisa membantu memasarkan produk-produk terbaik dari mereka. Sehingga, kami tidak menargetkan mereka untuk mendapatkan penjualan yang tinggi,” tambah perempuan yang akrab disapa Iis ini.

Berdasarkan laporan penyelenggaran Inacraft 2017, total transaksi di hari terakhir acara yang mengusung tema DIY Yogyakarta ini mencapai lebih dari Rp 160 miliar dengan lebih dari 140 ribu pengunjung.