MANAJEMEN RISIKO


Manajemen PT Phapros, Tbk. berkomitmen untuk menerapkan Manajemen Risiko di seluruh bagian dan setiap proses bisnis Perseroan. Hal ini tercermin dari kebijakan perusahaan Poin 4 yang berbunyi “Menetapkan sistem pengelolaan risiko dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.”

Penerapan manajemen risiko sebagai bagian tak terpisahkan dari proses organisasi memberikan manfaat, antara lain:

  1. Mengurangi kejutan (yang kurang menyenangkan).
  2. Eksplorasi dan ekploitasi peluang.
  3. Hubungan dengan pemangku kepentingan yang semakin baik.
  4. Peningkatan Reputasi.
  5. Perlindungan terhadap Direksi dan pejabat lainnya.

Kerangka Kerja Manajemen Risiko

Mandat & komitmen

Bagian ini akan menggambarkan komponen-komponen dari kerangka kerja manajemen risiko yang diperlukan dan hubungannya satu sama lain.

 

Profil Risiko

Beberapa risiko utama yang memiliki pengaruh penting terhadap kegiatan usaha Perusahaan selama 2015 antara lain:

  1. Risiko Reputasi

Risiko ini meliputi tuntutan hukum, komplain konsumen, penarikan kembali produk, kemungkinan adanya sabotase terhadap produk, dan pencemaran nama baik. Di tengah persaingan ketat, dimana citra perusahaan sangatlah penting, pencemaran reputasi merupakan risiko yang harus diperhatikan.    

  1. Risiko Kebocoran Informasi

Di dalam berjalannya proses bisnis perusahaan, segala sistem informasi baik internal ataupun eksternal harus dapat dikendalikan. Risiko kebocoran informasi juga dapat menjadikan hilangnya sejumlah pelanggan, akan tetapi lebih jauh lagi dapat mengganggu proses bisnis, kredibilitas, dan kelangsungan hidup dari perusahaan.

  1. Risiko Perencanaan Aktivitas Initial Public Offering (IPO)

Berlakunya pasar bebas Asia akan semakin memperketat persaingan bisnis khususnya industri farmasi. Kebutuhan modal usaha dengan biaya murah menjadi salah satu pertimbangan perencanaan IPO. Potensi risiko yang dihadapi antara lain adanya kebocoran informasi keuangan, penentuan harga saham tidak tepat, harga saham anjlok, penentuan penjamin emisi (underwriter).

  1. Risiko Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US Dollar pada pengadaan bahan baku

Kegiatan bahan baku pada industri farmasi 90% dilakukan secara impor, sehinggal faktor keuangan menjadi sangat penting khususnya dalam bentuk valuta asing. Dengan itu kemungkinan besar risiko yang akan terjadi selisih nilai tukar mata uang yang tinggi dan berisiko terhadap peningkatan nilai Harga Pokok Produksi (HPP) dan penurunan profitabilitas perusahaan.

 

Manual Manajemen Risiko